Namanya adalah Muhammad Ibn al-Hanafiah, ia banyak menimba ilmu dari ‘Ali
bin Abi thalib.” pada saat Telah terjadi percekcokan antara Muhammad ibn
al-Hanafiyyah dan saudaranya al-Hasan ibn Ali, maka Ibn al-Hanafiah mengirim
surat kepada saudaranya itu, isinya, “Sesungguhnya Allah telah memberikan
kelebihan kepadamu atas diriku…Ibumu Fathimah binti Muhammad ibn Abdullah,
sedangkan ibuku seorang wanita dari Bani “Haniifah.” Kakekmu dari garis ibu
adalah utusan Allah dan makhluk pilihannya, sedangkan kakekku dari garis ibu
adalah Ja’far ibn Qais. Apabila suratku ini sampai kepadamu, kemarilah dan
berdamailah denganku, sehingga engkau memiliki keutamaan atas diriku dalam
segala hal.”
Sabtu, 30 Mei 2015
Senin, 18 Mei 2015
Ali bin Al-Husein Zainal Abidin (Wafat 93 H)
Nama sebenarnya adalah Ali bin al-Husein bin Ali bin Abi Thalib, neneknya
adalah Fatimah az-zahra binti Rasulillah, terkadang ia disebut dengan Nama Abu
Husein atau Abu Muhammad, sedangkan nama panggilannya adalah Zainal abidin dan
As-Sajad, karena kebanyakan melakukan shalat dimalam hari dan di siang hari.
Sabtu, 16 Mei 2015
Sa’id bin Jubair (Wafat 95 H)
Nama lengkapnya adalah Sa’id bin Jubair al-Asadi al-Kufi, yang mempunyai
julukan “Abu Abdillah”, Ia seorang ahli fiqh, pembaca al-Qur’an yang
fasih dan ahli ibadah. Sufyan ats-Tsauri lebih mendahulukannya dari pada Ibrahim
an-Nakha’I, ia berkata : ”Ambilah tafsir dari empat orang, yaitu dari Sa’id
bin Jubair, Mujahid, Ikrimah dan adl-Dlahhak”.
Senin, 11 Mei 2015
Urwah bin Az-Zubair (Wafat 99 H)
Nama sebenarnya adalah Abu Muhammad Urwah bin Zubair bin al-Awwam al-Quraisy.
Beliau adalah salah seorang tabi’in besar dan salah seorang penghapal hadits
yang sangat baik.
Minggu, 10 Mei 2015
Sa’id bin Al-Musayyab (Wafat 90 H)
Nama lengkapnya Sa’id bin al-Musayyab bin Hazn al-Quraisy al-Makhzumi, ayahnya
dan kakeknya adalah sahabat Nabi Shallallahu alaihi wassalam, ia dilahirkan
sebelum Umar menjadi khalifah, sejak muda telah melakukan perjalanan siang dan
malam untuk mendapatkan hadits Nabi.
Kamis, 07 Mei 2015
Abu Thalib bin Abdul Muthalib (Wafat 3 SH)
Nama sebenarnya adalah Abdu Manaf bin Abdul Muthalib bin Hasyim, sedang “Abu
Thalib” adalah nama Panggilan yang berasal dari putra pertamanya yaitu Thalib.
Abu Thalib adalah paman dan ayah asuh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, Ia
adalah ayah dari Ali bin Abi Thalib.
Selasa, 05 Mei 2015
Hamzah bin Abdul Muththalib (Wafat 3 H)
Nama sebenarnya Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim, seorang paman Nabi dan
saudara sepersusuannya. Dia memeluk Islam pada tahun kedua kenabian, Ia Ikut
Hijrah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan ikut dalam perang
Badar, dan meninggal pada saat perang Uhud, Rasulullah menjulukinya dengan
“Asadullah” (Singa Allah) dan menamainya sebagai “Sayidus Syuhada”.
Senin, 04 Mei 2015
'Abbas bin Abdul Muththalib (Wafat 32 H)
Nama sebenarnya adalah Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim, ia adalah seorang
paman Nabi Shallallahu alaihi wassalam, dengan nama panggilan Abu
Fadhel, ia termasuk pemuka Quraisy baik semasa jahililliyah maupun setelah
Islam, ia memeluk Islam sebelum Hijrah secara diam diam dan tetap berdiam di
Makkah guna dapat mengirimkan berita tentang kaum Musryikin kepada Rasulullah
Shallallahu alaihi wassalam.
Minggu, 03 Mei 2015
Ummi Kultsum binti Ali bin Abu Thalib (Wafat 75H)
Namanya adalah Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib, orang yang pertama kali
masuk Islam dari golongan anak, memiliki kedudukan yang tinggi dan posisi yang
luhur di sisi Rasulullah. Beliau juga putri khalifah Rasyidin yang keempat.
Kakeknya adalah penghulu anak Adam. Ibu beliau adalah ratu wanita ahli jannah,
Fathimah binti Rasulullah, sedangkan kedua saudaranya adalah pemimpin pemuda
ahli jannah dan penghibur hati Rasulullah.
Sabtu, 02 Mei 2015
Ali bin Al-Husein Zainal Abidin (Wafat 93 H)
Nama sebenarnya adalah Ali bin al-Husein bin Ali bin Abi Thalib, neneknya
adalah Fatimah az-zahra binti Rasulillah, terkadang ia disebut dengan Nama Abu
Husein atau Abu Muhammad, sedangkan nama panggilannya adalah Zainal abidin dan
As-Sajad, karena kebanyakan melakukan shalat dimalam hari dan di siang hari.
Jumat, 01 Mei 2015
Husain bin Ali bin Abu Talib (4-61 H)
Putra kedua dari perkawinan Ali bin Abu Talib dengan Fatimah. Dia tidak mau
membaiat Yazid, sehingga dia terbunuh dalam perang Karbala tanggal 10 Muharam 61
H/680 M.
Rabu, 29 April 2015
Hasan bin Ali bin Abu Talib (3-50 H)
Dia adalah putra sulung Ali bin Abu Talib dengan Fatimah Postur dan paras
mukanya mirip dengan Rasulullah. Dia diangkat sebagai khalifah sepeninggal
ayahnya. Dia lebih mengutamakan tidak berperang, menghindari pertumpahan darah
sesama muslim, untuk itu dia menyerahkan kursi ke khalifahan kepada Muawiah
sampai dia meninggal dunia di Madinah.
Senin, 27 April 2015
Ibrahim bin Muhammad
Ia dilahirkan di Madinah dari budak perempuan milik Nabi yakni Mariyah Al
Qibthiyyah pada bulan Jumadil Ula atau pada bulan Jumadil Akhir tahun ke 9
Hijriyyah. Dan ia meninggal dunia pada tanggal 29 Syawal di tahun ke 10
Hijriyyah, yakni pada hari terjadinya gerhana matahari di Madinah dalam usia
menyusui, yakni dalam umur 16 atau 18 bulan. Lalu dikebumikan di Baqi'. Nabi
pernah berkata, "Sungguh akan ada yang menyusuinya di surga untuk
menyempurnakan masa susuannya."
'Abdullah bin Muhammad
Ada yang menyebutkan bahwa ia dilahirkan pada masa keislaman. Namun ada pula
yang menyebutkan bahwa itu sebelum masa keislaman, lalu ia meninggal dunia dalam
usia yang masih kecil. Ia merupakan putra terakhir Nabi dari Khadijah.
Minggu, 26 April 2015
Fatimah Az Zahra Binti Rasulullah (Wafat 11 H)
Pemimpin wanita pada masanya ini adalah pui ke 4 dari anak anak Rasulullah
Shallallahu alaihi wassalam, dan ibunya adalah Ummul Mukminin Khadijah binti
Khuwalid. Sesungguhnya allah Subhanahu wa ta’ala menghendaki kelahiran Fathimah
yang mendekati tahun ke 5 sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, bertepatan
dengan peristiwa besar yaitu ditunjuknya Rasulullah sebagai menengah ketika
terjadi perselisiha antara suku Quraisy tentang siapa yang berhak meletakan
kembali Hajar Aswad setelah Ka’abah diperbaharui. Dengan kecerdasan akalnya
beliau mampu memecahkan persoalan yang hampir menjadikan peperangan diantara
kabilah-kabilah yang ada di Makkah.
Sabtu, 25 April 2015
Ummu Kultsum Binti Muhammad (Wafat 9 H)
Ummu Kultsum adalah adik Ruqayyah , putri Rasulullah . Ia telah menikah
dengan Utaibah bin Abu Lahab, saudara Utbah yang telah menikahi Ruqayyah,
sebelum mereka mengenal Islam. Lalu ketika Rasulullah . telah diangkat menjadi
Nabi, ia dan saudara-saudaranya memeluk Islam dengan lapang dada. Dan dakwah
Nabi.
Jumat, 24 April 2015
Ruqayyah Binti Rasulullah (Wafat 2 H)
Ruqayyah telah menikah dengan Utbah bin Abu lahab sebelum masa
kenabian. Sebenarnya hal itu sangat tidak disukai oleh Khadijah.. Karena ia
telah mengenal perilaku ibu Utbah, yaitu Umrnu jamil binti Harb, yang terkenal
berperangai buruk dan jahat. ia khawatir putrinya akan memperoleh sifat-sifat
buruk dari ibu mertuanya tersebut. Dan ketika Rasulullah . telah diangkat
menjadi Nabi, maka Abu Lahablah, orang yang paling memusuhi Rasulullah . dan
Islam. Abu Lahab telah banyak menghasut orang-orang Mekkah agar memusuhi Nabi .
dan para sahabat . Begitu pula istrinya, Ummu Jamil yang senantiasa berusaha
mencelakakan Rasulullah . dan memfitnahnya. Atas perilaku Abu lahab dan
permusuhannya yang keras terhadap Rasulullah ., maka Allah telah menurunkan
wahyu-Nya, ‘Maka celakalah kedua tangan Abu lahab, (Al lahab:
1)
Kamis, 23 April 2015
Zainab binti Muhammad (Wafat 8 H)
Zainab adalah putri tertua Rasulullah .. Rasulullah . telah
menikahkannya dengan sepupu beliau, yaitu Abul ‘Ash bin Rabi’ sebelum beliau
diangkat menjadi Nabi, atau ketika Islam belum tersebar di tengah-tengah mereka.
lbu Abul ‘Ash adalah Halah binti Khuwaylid, bibi Zainab dari pihak ibu. Dari
pernikahannya dengan Abul ‘Ash mereka mempunyai dua orang anak: Ali dan Umamah.
Ali meninggal ketika masih kanak-kanak dan Umamah tumbuh dewasa dan kemudian
menikah dengan Ali bin Abi Thalib. setelah wafatnya Fatimah.
Rabu, 22 April 2015
Al-Qosim bin Muhammad
Ia merupakan putra pertama Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم dan beliau dijuluki
dengan Abul Qosim, ia hidup hingga mampu berjalan
kemudian meninggal dunia dalam usia 2 tahun.
Tidak boleh orang berkunyah ‘Abul Qosim’ berdasarkan Hadits Rasulullah shollahu’alaihiwasallam, “Hendaklah kalian bernama dengan nama-namaku tetapi jangan berkunyah dengan kunyahku (Abul Qosim).” (HR. Bukhori no. 3537 dll).
Ibnul Qoyyim mengatakan, “Pendapat yang benar bernama dengan nama Nabi itu diperbolehkan. Sedangkan berkunyah dengan kunyah Nabi itu terlarang. Berkunyah dengan kunyah Nabi saat beliau masih hidup itu terlarang lagi. Terkumpulnya nama dan kunyah Nabi pada diri seseorang juga terlarang.” (Zaadul Ma’ad, 2/317, Muassasah Ar-Risalah).
Beliau juga mengatakan, “Kunyah adalah salah satu bentuk penghormatan terhadap orang yang diberi kunyah… diantara petunjuk Nabi adalah memberi kepada orang yang sudah punya ataupun yang tidak punya anak. Tidak terdapat Hadits yang melarang berkunyah dengan nama tertentu, kecuali berkunyah dengan nama Abul Qasim.” (Zaadul Maad, 2/314).
Imam Ibnu Muflih berkata, “Diperbolehkan berkunyah meskipun belum memiliki anak.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah karya Ibnu Muflih 3/152, Muassasah Ar-Risalah).
Tidak boleh orang berkunyah ‘Abul Qosim’ berdasarkan Hadits Rasulullah shollahu’alaihiwasallam, “Hendaklah kalian bernama dengan nama-namaku tetapi jangan berkunyah dengan kunyahku (Abul Qosim).” (HR. Bukhori no. 3537 dll).
Ibnul Qoyyim mengatakan, “Pendapat yang benar bernama dengan nama Nabi itu diperbolehkan. Sedangkan berkunyah dengan kunyah Nabi itu terlarang. Berkunyah dengan kunyah Nabi saat beliau masih hidup itu terlarang lagi. Terkumpulnya nama dan kunyah Nabi pada diri seseorang juga terlarang.” (Zaadul Ma’ad, 2/317, Muassasah Ar-Risalah).
Beliau juga mengatakan, “Kunyah adalah salah satu bentuk penghormatan terhadap orang yang diberi kunyah… diantara petunjuk Nabi adalah memberi kepada orang yang sudah punya ataupun yang tidak punya anak. Tidak terdapat Hadits yang melarang berkunyah dengan nama tertentu, kecuali berkunyah dengan nama Abul Qasim.” (Zaadul Maad, 2/314).
Imam Ibnu Muflih berkata, “Diperbolehkan berkunyah meskipun belum memiliki anak.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah karya Ibnu Muflih 3/152, Muassasah Ar-Risalah).
Selasa, 21 April 2015
Zainab binti Jahsy (Wafat 20 H)
Pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan Zainab binti Jahsy
didasarkan pada perintah Allah sebagai jawaban terhadap tradisi jahiliah. Zainab
binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang berasal dan kalangan kerabat sendiri.
Zainab adalah anak perempuan dan bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdul
Muththalib. Beliau sangat mencintai Zainab.
Langganan:
Postingan (Atom)